Gerakan Perlawanan Islam Palestina “Hamas” menyatakan serangan udara penjajah Zionis ke utara Jalur Gaza merupakan upaya putus asa dan gagal yang dilakukan penjajah Israel untuk mencagah partisipasi rakyat Palestina dalam pawai kepulangan akbar dan pembebasan blokade pada 14 Mei besok.

Jurubicara Hamas Hazim Qasim menegaskan bahwa aksi balasan atas serangan ini akan dilakukan rakyat dengan aksi massa besar pada hari Senin (14/05), yang menuntut hak-hak yang sah kepulangan rakyat Palestina dengan pawai damai.

Sebelumnya, pesawat-pesawat penjajah Zionis telah menembakkan tidak kurang dari 12 rudal ke lahan pertanian di Bethanun, wilayah utara Jalur Gaza.

Serangan ini dimulai dengan peluncuran dua buah rudal dari pesawat tanpa awak yang disusul tidak kurang 10 rudal ditembakkan dari pesawat tempur ke lahan pertanian dekat sekolah pertanian di Bethanun. Serangan ini menyebabkan sejumlah kerusakan, namun tidak ada korban jiwa.

Selanjutnya, jurubicara militer penjajah Zionis mengklaim bahwa serangan udara ini menarget sebuah terowongan perlawanan di daerah tersebut. (pip)


Sabtu 12 Mei 2018, situs surat kabar Jerusalem Post, Sabtu (12/5) menyebut Dubes Amerika Serikat untuk Israel, David Fredman adalah ketua salah satu organisasi yang senantiasa memberikan bantuan keuangannya untuk sejumlah organisasi teroris Yahudi, dimana mereka melakukan penganiayaan terhadap bangsa Palestina.

Sumber Jerusalem Post menyebutkan, sebuah organisasi yang dipimpin Fredman ini termasuk dalam daftar Departemen Dalam Negeri Amerika sebagai organisasi teroris.

Menurut koran ini, Organisasi yang dikenal dengan nama “Sahabat sekolah agama Beit Eil” pada tahun 2013 telah mengucurkan dana senilai 12 ribu dollar kepada organisasi Komomot kelompok radikal Yahudi. Data ini diungkap organisasi hak asasi manusia Israel yang berhasil melacak sumber pendanaan yang diperoleh gerakan ekstrim ultra kanan Israel.

Ia menambahkan, para pemimpin agama Yahudi ekstrim pada tahun 2006 membentuk, organisasi Komomot yang bekerja untuk menggagalkan rencana evakuasi setiap pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Surat kabar itu menunjukkan, organisasi tersebut adalah salah satu organisasi yang berafiliasi terhadap teroris Yahudi “Kach” yang dibentuk oleh Rabbi Meir Kahane yang menyerukan pengusiran orang-orang Palestina ke dunia Arab.

Sejak tahun 1997, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengkategorikan kelompok teroris Kach ini ke dalam organisasi teroris. Kemudian langkah ini diikuti Kanada yang melakukan langkah yang sama pada tahun 2016.

Dia menunjukkan, Moshe Cohen yang mengepalai organiasiasi Komoniyot saat ini memimpin langkah untuk meyakinkan pemerintah Israel agar pemerintah Amerika Serikat dan Kanada menghapus kedua organisasi tersebut dari daftar organisasi teroris.

Sebaliknya, kantor Friedman menolak berkomentar tentang apa yang diungkapkan oleh organisasi hak asasi manusia Israel.

Sekolah agama di pemukiman Beit El, yang terletak di tanah Palestina hasil gusuran dari warga Palestina di utara Ramallah, bukti nyata bahwa kubu ini termasuk ke dalam ultra-agama.

Friedman dalam wawancaranya dengan media Israel baru-baru ini menolak anggapan entitas Israel di Tepi Barat, sebagai penjajah. (pip)


Dalam menyambut Ramadhan 1439 H, Pondok Pesantren Kyai Sekar Al Amri Kec. Leces Probolinggo, yang diasuh oleh KH. Abdullah Amroni, menggelar pengajian untuk santri dan walinya, Kamis (3/5).

Hadirnya pula dalam acara tersebut, para ulama dari sejumlah daerah yang merupakan undangan khusus KH. Amroni. Nampak diantara para undangan antara lain: Kyai Sukirno dari Pandaan, KH. Muwafiq Makmun, Ustadz Syaifudin Zuhri, Ustadz Idris M.Pd, KH. Abdul Hamid Adlan dari Rembang, Gus Syamsul Huda S.Ag, Gus Khoirul Huda S.Ag, Kyai Sofyan, Gus Tuhu, dan Ustadz Budiman.

Dalam sambutannya, KH. Abdullah Amroni, menyampaikan rasa syukur dan sambutan hangat kepada para hadirin khususnya para ulama yang datang dari berbagai kabupaten di Jawa Timur ini.

“Alhamdulillah kita semua berkumpul di sini untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Berbahagialah kami kedatangan para wali santri yang kami didik, ditambah lagi dengan kerelaan para ulama yang hadir di Ponpes Al Amri”, sapa KH. Abdullah Amroni dari atas mimbar.

Lebih lanjut beliau bertutur tentang kejadian dan isu nasional yang dimainkan pihak tertentu demi mengkerdilkan peran dan tujuan mulia ormas Islam.

“Masalah kriminalisasi yang menimpa Hizbut Tahrir Indonesia akhir-akhir ini, sebagai media pelajaran bagi santri untuk mengenali tantangan dan medan dakwah di luar dunia pondok pesantren. Sehingga mereka dapat mengambil banyak hikmah dari para ulama yang berani menyuarakan kebenaran syariah dan khilafah di depan penguasa yang dzolim”, pesan Kyai Amroni kepada para santrinya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa kami mengadakan pengajian menyambut Ramadhan dengan tema “Stop Pendzoliman Terhadap Ormas Islam, Pejuang Syariah dan Khilafah”,
dalam rangka memberikan wawasan kepada para santri, terang Kyai Amroni.

Pada acara inti, Kyai Syaifudin Zuhri, menyampaikan tausiyahnya. Beliau mengawali dengan menerangkan faktor utama yang menyebabkan adanya kriminalisasi ormas dan tokoh Islam.

“Ada juga faktor lain yang mengakibatkan rezim memukul HTI, yakni kekalahan calon pasangan gubernur DKI yang didukung oleh partai rezim tahun lalu. Kekalahan calon gubernur kafir ini yang dipicu oleh kampanye masif “Tolak Pemimpin Kafir” yang digencarkan HTI. Jadi fenomena pencabutan SK Badan Hukum HTI sebenarnya masalah politik pelampiasan dendam”, terang Kyai Syaifudin Zuhri di hadapan ratusan hadirin.

Selanjutnya Kyai Syaifudin Zuhri, menjelaskan bahwa HTI saat ini masih dibolehkan melakukan kegiatannya, karena yang terjadi hanyalah pencabutan sk badan hukum saja. Dan di luar sana banyak sekali organisasi yang masih berdiri dan beroperasi tanpa memiliki SK BHP.

Sejatinya kegiatan berserikat, berkumpul, berpendapat itu dilindungi dan dijamin oleh UU. Akan tetapi ulah rezim memframing HTI telah dibubarkan seakan-akan menjadi terlarang di Indonesia, mengakibatkan terjadinya persekusi pada para anggota dan kegiatan yang dilakukan HTI.

“HTI layak menang dalam persidangan PTUN yang akan dibacakan keputusan hakim tanggal 7 Mei nanti, sebab pemerintah hingga persidangan terakhir tidak dapat membuktikan kesalahan HTI, bahkan salah satu saksi ahli pemerintah mengklaim HTI adalah organisasi non kekerasan dan tidak terkait dengan terorisme sedikit pun”, jelas KH. Syaifudin Zuhri.

Tausiyah kedua disampaikan oleh Gus Tuhu.
“Dakwah harus jalan terus, dakwah tidak boleh mati. Apalagi dakwah melanjutkan kehidupan Islam dengan menegakkan syariat dan khilafah. Sebab dakwah merupakan sebuah kewajiban dari Allah SWT kepada manusia yang telah berikrar akan keislamannya”, nasehat Gus Tuhu pada para hadirin dan santri.

Lebih lanjut, Gus Tuhu menuturkan dakwah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin, artinya harus ada pihak yang mengusahakan adanya dakwah di tengah-tengah masyarakat. Dakwah dapat dilakukan dengan 3 bentuk, yaitu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan debat rasional. Dakwah oleh individu dan kelompok tidak boleh menggunakan kekerasan fisik, sebab dakwah adalah upaya untuk menyeru kepada Islam yang kebenarannya dapat diterima oleh semua manusia yang menggunakan akal sehatnya.

“Dalam dakwah mesti akan ditemui hambatan dan rintangan. Apalagi dakwah yang menyeru pada Al-Haq. Sebagaimana yang dijalani oleh para Nabi dan Rasul, sewaktu para Anbiya ini menyampaikan risalah maka manusia terbagi menjadi dua, yaitu kelompok yang mengikuti kebenaran, dan kelompok yang menentang kebenaran”, tausiyah Gus Tuhu.

Di akhir tausiyah, Gus Tuhu menguraikan urgensi dakwah menegakkan khilafah, yakni mengusahakan agar kehidupan Islam dapat terwujud dengan penerapan syariah secara menyeluruh.

“Kehidupan Islam ini merupakan tempat dan wadah yang tepat bagi kaum muslimin, sebab mereka akan terjaga dari berbagai keburukan dan dosa akibat tidak diterapkannya hukum-hukum Islam. Maka dakwah kepada syariah dan khilafah adalah salah satu aktivitas mulia yang diwajibkan Islam”, seru Gus Tuhu.

Kegiatan melarang dakwah ini merupakan bentuk kedzaliman besar. Maka umat Islam Indonesia mesti faham, penguasa telah banyak menyulitkan rakyat, umat Islam, maka jangan sampai kita terperosok dua kali ke lobang yang sama. Perlu waspada di tahun 2019.[]

Sumber: shoutululama.com
Powered by Blogger.